(Foto: Kepala Dinsos Kaltim, Andi Muhammad Isak/doc)
SAMARINDA.JURNALETAM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Dinas Sosial (Dinsos) berupaya memperkuat strategi pengentasan kemiskinan dengan pendekatan yang lebih holistik dan berkelanjutan.
Fokus utamanya adalah mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat agar keluarga miskin dapat keluar dari lingkaran kemiskinan secara permanen.
Kepada awak media, Kepala Dinsos Kaltim, Andi Muhammad Ishak, mengungkapkan bahwa upaya pengentasan kemiskinan di Kaltim bertumpu pada tiga pilar besar, yaitu mengurangi beban pengeluaran, menambah pendapatan, dan menghapus kantong-kantong kemiskinan.
“Pendekatan ini kami rancang agar tidak hanya memberikan bantuan jangka pendek, tetapi benar-benar membuka jalan kemandirian,” Ungkapnya. Sabtu (29/11/2025).
Lebih lanjut, Andi menjelaskan untuk mengurangi beban pengeluaran melalui program bantuan langsung seperti BLT dan bantuan sembako.
Sementara itu, peningkatan pendapatan diwujudkan melalui program pemberdayaan ekonomi yang dikelola langsung oleh Dinsos.
“Untuk usaha makanan, misalnya, kami lengkapi mulai dari bahan baku seperti tepung dan minyak, hingga peralatan seperti kompor, gas, wajan, dan sutil,” Jelas Andi.
Pada tahun 2025, Dinsos Kaltim menargetkan 1.680 penerima program pemberdayaan ekonomi, meningkat dari target awal 1.500 setelah penambahan alokasi melalui APBD Perubahan. Bantuan ini didistribusikan merata di sepuluh kabupaten/kota, dengan alokasi awal 150 penerima di masing-masing daerah.
“Kami berharap pendekatan ini dapat menjadi exit strategy yang berkelanjutan bagi keluarga miskin, sehingga mereka tak hanya menerima bantuan, tetapi juga memulai jalan kemandirian ekonomi,” Tutup Andi.(RI/ADV/DISKOMINFO)


No comments:
Post a Comment