Kaltim Siapkan Varietas Unggul, Disbun Tingkatkan Kapasitas Petugas Eksplorasi Plasma Nutfah

 

(Foto: Kepala UPTD Pengawasan Benih Perkebunan (PBP) Disbun Kaltim, Eka Rini Elvianti/doc)

SAMARINDA.JURNALETAM - Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memperkuat kapasitas petugas lapangan dalam proses eksplorasi dan identifikasi plasma nutfah guna memastikan potensi sumber daya genetik lokal, khususnya pada komoditas unggulan seperti kopi dan kakao.

 

“Plasma nutfah merupakan aset strategis yang menjadi dasar pengembangan varietas unggul di masa depan,” Ungkap Kepala UPTD Pengawasan Benih Perkebunan (PBP) Disbun Kaltim, Eka Rini Elvianti. Sabtu (8/11/2025).

 

Penguatan kapasitas tersebut dilakukan melalui kegiatan Pelatihan Eksplorasi, Identifikasi, Penilaian, dan Inventarisasi Plasma Nutfah yang digelar dua hari lalu.

 

Pelatihan dimaksudkan untuk memastikan potensi genetik lokal dapat dikelola dan dikembangkan secara berkelanjutan, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan ekonomi daerah.

 

Lebih lanjut, Rini menjelaskan pelestarian plasma nutfah bukan pekerjaan jangka pendek, melainkan tanggung jawab berkelanjutan yang membutuhkan sinergi lintas sektor.

 

“Melestarikan plasma nutfah bukan pekerjaan sehari dua hari, seminggu dua minggu, tetapi upaya jangka panjang yang memerlukan komitmen bersama antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan,” Jelasnya.

 

Dengan bekal pengetahuan teknis yang diperoleh melalui pelatihan dan semangat kolaboratif, Rini optimistis Kaltim berpotensi menjadi daerah percontohan dalam konservasi dan pengembangan sumber daya genetik tanaman perkebunan, terutama kopi dan kakao.

 

Menurutnya, keanekaragaman genetik tanaman menjadi modal penting dalam perbaikan dan pengembangan varietas unggul baru yang memiliki produktivitas lebih tinggi, tahan terhadap perubahan iklim, serta mampu menghadapi serangan hama dan penyakit.

 

“Kaltim memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas kopi dan kakao, mengingat keduanya bernilai ekonomi tinggi dan berperan penting bagi pendapatan petani,” Ucap Rini.

 

Untuk itu, Rini berharap peserta pelatihan dapat meningkatkan kemampuan teknis dalam melakukan eksplorasi dan dokumentasi karakter tanaman sesuai standar ilmiah, serta berkontribusi dalam membangun basis data plasma nutfah lokal.

 

“Pelatihan ini tidak hanya berhenti pada teori, tetapi juga diimplementasikan di lapangan melalui eksplorasi dan pendataan plasma nutfah,” tutupnya. (AS/ADV/DISKOMINFO)


HK
HK

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

No comments:

Post a Comment