(Foto: Penerima P3K di Kaltim/doc)
SAMARINDA.JURNALETAM - Di balik semangat para guru honorer yang setiap hari menjaga agar proses belajar-mengajar tetap berjalan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan mereka tidak berjalan sendiri.
Kendati proses pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) masih berlangsung, Pemprov Kaltim, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menegaskan bahwa ratusan guru honorer tetap akan mendapat dukungan pembiayaan.
Kepada awak media, Sekretaris Disdikbud Kaltim, Rahmat Ramadhan, menyampaikan bahwa keberadaan guru honorer tidak akan terganggu karena pendanaan mereka ditopang melalui Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP),
“Memang masih ada kekurangan tenaga guru, tetapi kebutuhan itu relatif aman. Guru honorer tetap kami dukung melalui BOSP, dulu dikenal sebagai BOSDA,” Ungkapnya. Minggu (30/11/2025).
Lebih lanjut, Rahmat menjelaskan BOSP terdiri dari alokasi pusat dan daerah, yang keduanya dapat dimanfaatkan untuk membayar tenaga honorer.
Skema ini menjadi solusi sementara bagi sekolah yang belum memiliki formasi P3K mencukupi atau bagi guru honorer yang belum memenuhi masa kerja minimal untuk diangkat. Sementara itu, guru yang telah berstatus P3K sudah berada dalam kondisi pendanaan stabil karena gajinya dibayarkan melalui APBN.
“Kalau guru honorer tidak ada, proses belajar pasti terganggu. Murid tentu akan dirugikan,” Jelas Rahmat.
Ditanya lebih lanjut terkait belum terakomodasinya ratusan guru honorer dalam formasi P3K, Rahmat menambahkan penyebab utamanya adalah syarat masa kerja minimal dua tahun yang belum dipenuhi sebagian besar guru.
“Banyak yang belum genap dua tahun. Kalau syaratnya sudah lengkap, tentu bisa kami dorong masuk P3K. Yang belum memenuhi syarat, jumlahnya masih sekitar itu,” Pungkasnya. (AS/ADV/DISKOMINFO)


No comments:
Post a Comment