DPK Kaltim Perkuat Pelestarian Naskah Kuno Lewat Digitalisasi dan Alih Media

 

 (Foto: Illustrasi naskah kuno/doc)

SAMARINDA.JURNALETAM – Di tengah arus modernisasi dan pesatnya perkembangan teknologi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kalimantan Timur (Kaltim) terus berjuang menjaga naskah-naskah kuno sebagai bagian penting dari identitas sejarah daerah.

 

Upaya pelestarian ini dilakukan melalui program alih media hingga penyimpanan terstruktur, meski keterbatasan tenaga ahli masih menjadi tantangan utama.

 

Program pelestarian naskah kuno sejalan dengan arah kebijakan JosPol Pemprov Kaltim yang menekankan penguatan teknologi, inovasi, serta kolaborasi lintas lembaga.

 

Melalui pendekatan tersebut, DPK Kaltim berupaya memastikan naskah berusia puluhan hingga ratusan tahun tidak hanya terlindungi, tetapi juga dapat diakses lebih luas oleh peneliti dan generasi muda.

 

"Merawat naskah kuno tidak bisa dilakukan sembarangan karena kondisi fisiknya sangat sensitif. Kami membutuhkan SDM yang benar-benar memahami metode konservasi agar setiap naskah tetap terjaga saat dipindahkan ke format digital,” Ungkap Pustakawan DPK Kaltim, Patimah Irny. Kamis (4/12/2025).

 

Dalam beberapa tahun terakhir, kolaborasi intensif telah dilakukan dengan Perpustakaan Nasional, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), hingga Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

 

Patimah menjelaskan pada akhir 2023, Perpusnas mengirim tim konservasi untuk membantu penyelamatan naskah di Paser dan Samarinda yang menghasilkan pendataan 46 judul naskah.

 

Tahun berikutnya, ANRI melanjutkan identifikasi dan konservasi di Berau, sementara BRIN pada Juli 2025 terlibat langsung dalam proses alih media serta supervisi standar digitalisasi.

 

DPK juga aktif menelusuri naskah ke berbagai wilayah yang memiliki hubungan sejarah dengan kerajaan-kerajaan lokal, termasuk naskah yang masih tersimpan di rumah warga.

 

Setiap naskah yang ditemukan kemudian diinventarisasi dan disimpan dalam ruang penyimpanan khusus yang telah dikendalikan kelembapannya. Digitalisasi menjadi prioritas utama demi memastikan isi naskah tetap dapat dipelajari, meskipun fisiknya semakin rapuh.

 

“Alih media menjadi cara paling aman untuk menyelamatkan isi naskah. Saat fisiknya semakin rapuh, setidaknya informasinya masih bisa dipelajari,” jelas Patimah.

 

Patimah menambahkan DPK Kaltim akan menyiapkan strategi penguatan SDM, memperluas jejaring kerja sama, dan memperbaiki sistem penyimpanan agar lebih banyak naskah dari wilayah yang belum terjangkau dapat diselamatkan.

 

“Setiap naskah memiliki nilai penting bagi sejarah daerah. Pelestariannya memastikan identitas itu tetap hidup untuk generasi berikut,” tutup Patimah. (AS/ADV/DISKOMINFO)

HK
HK

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

No comments:

Post a Comment