(Foto: Sekretaris Disnakertrans Kaltim, Aji Syahdu Gagah Citra/doc)
SAMARINDA.JURNALETAM – Upaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam proses rekrutmen terus dilakukan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltom).
Salah satunya melalui pengembangan aplikasi Etam Kerja, yang kini bertransformasi menjadi platform terpadu ekosistem ketenagakerjaan di Kaltim, bukan sekadar portal lowongan kerja.
Dalam pembaruan terbarunya, Etam Kerja menghadirkan sistem verifikasi yang lebih ketat untuk memastikan keabsahan informasi lowongan. Aplikasi ini juga diperluas untuk mengakomodasi fungsi pengawasan, termasuk pemantauan status berkas pelamar dan perusahaan secara real-time.
"Lebih dari 3.000 perusahaan yang telah bergabung nantinya diwajibkan menerima pelamar sesuai persyaratan dan kuota yang telah tercantum dalam iklan lowongan," Ungkap Sekretaris Disnakertrans Kaltim, Aji Syahdu Gagah Citra. Kamis (4/12/2025).
Lebih lanjut, Aji menjelaskan fitur penting lainnya adalah pencantuman alasan penolakan secara tertulis melalui sistem apabila pelamar tidak diterima.
Menurutnya, fitur ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan transparansi sekaligus memperkuat fungsi pengawasan.
“Harapan kita adalah Etam Kerja menjadi aplikasi yang transparan dan akuntabel. Kami ingin memastikan tidak ada proses rekrutmen yang diskriminatif. Dengan adanya alasan penolakan tertulis by system, ini menjadi pintu bagi kami untuk turun ke lapangan dan menindaklanjuti secara langsung,” Jelas Aji.
Selain menyediakan lowongan kerja, Aji menambahkan Etam Kerja juga akan mengintegrasikan layanan pelatihan, informasi ketenagakerjaan, serta regulasi terbaru untuk menjadikannya pusat layanan ketenagakerjaan yang komprehensif.
Di sisi lain, pemerintah juga mendorong kebijakan seleksi bertahap yang mengutamakan tenaga kerja lokal sesuai KTP domisili, sebagai langkah strategis meningkatkan kesempatan kerja bagi putra daerah.
“Tujuannya adalah menciptakan kemudahan bagi pencari kerja dan pemberi kerja sekaligus memastikan kesejahteraan masyarakat lokal. Semakin banyak pelayanan terintegrasi, semakin mudah aplikasi ini digunakan oleh masyarakat luas,” Tutup Aji. (AS/ADV/DISKOMINFO)


No comments:
Post a Comment