Inflasi Month-to-Month Kaltim 0,41 Persen, Ini Rinciannya Menurut BPS

 

 (Foto: Data statistik yang diterima dari BPS Kaltim terkait perkembangan indeks harga konsumen/doc)

SAMARINDA.JURNALETAM - Menjelang akhir 2025, tekanan harga kembali terasa di berbagai daerah di Kalimantan Timur (Kaltim). Dari yang didapat, Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat inflasi year on year (y-on-y) pada November 2025 mencapai 2,28 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di angka 109,03. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya biaya hidup masyarakat, terutama dari kelompok kebutuhan dasar.

 

Bahkan, inflasi tahunan tersebut dipengaruhi oleh kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran rumah tangga. Kelompok makanan, minuman dan tembakau mencatat kenaikan terbesar yakni 4,43 persen, disusul kelompok pendidikan (2,80 persen), perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak 12,45 persen, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,65 persen.

 

 

“Sebagian besar kelompok pengeluaran mengalami peningkatan indeks harga,” Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana. Selasa (2/12/2025).

 

Selain itu, Yusniar memapaparkan sejumlah kelompok pengeluaran lainnya juga mengalami inflasi, meskipun dengan persentase lebih kecil. Di antaranya perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (0,02 persen), kesehatan (1,45 persen), serta rekreasi, olahraga dan budaya (1,32 persen).

 

Sementara itu, beberapa kelompok justru mengalami deflasi seperti pakaian dan alas kaki (-1,28 persen), perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga (-1,12 persen), transportasi (-0,58 persen), serta informasi, komunikasi dan jasa keuangan (-0,32 persen).

 

Berdasarkan cakupan IHK di empat daerah Kaltim, inflasi tertinggi terjadi di Berau sebesar 2,76 persen, disusul Penajam Paser Utara (2,45 persen) dan Balikpapan (2,31 persen). Adapun inflasi terendah dicatat Kota Samarinda dengan 2,10 persen.

 

"Samarinda menjadi yang terendah dari empat daerah IHK,” Jelas Yusniar.

 

Selain inflasi tahunan, BPS juga mencatat inflasi month-to-month (m-to-m) November 2025 sebesar 0,41 persen serta inflasi year-to-date (y-to-d) mencapai 1,96 persen.

 

Angka ini menjadi indikator penting bagi pemerintah daerah dalam mengevaluasi stabilitas harga dan kebijakan pengendalian inflasi jelang akhir tahun. (AS/ADV/DISKOMINFO)

HK
HK

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

No comments:

Post a Comment