(Foto: Sekretaris Disdikbud Kaltim, Rahmat Ramadhan/doc)
SAMARINDA.JURNALETAM – Kekhawatiran mengenai rendahnya capaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika secara nasional turut menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim).
Kondisi ini mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap metode dan mekanisme pembelajaran di semua jenjang pendidikan.
Kepada awak media, Sekretaris Disdikbud Kaltim, Rahmat Ramadhan, mengungkapkan hasil TKA tersebut menunjukkan masalah mendasar yang tidak boleh diabaikan. Dalam berbagai kunjungan ke sekolah di kabupaten dan kota, ia menemukan masih banyak siswa yang belum menguasai hitungan dasar.
"Betul, itu kami memang menyoroti hal itu. Jadi nanti mau coba mekanismenya apa sih yang salah? Mungkin metodenya atau apa, ya,” Ungkapnya. Jumat (5/12/2025).
Selain itu, Rahmat juga mencontohkan bagaimana sejumlah siswa masih kesulitan menjawab operasi hitungan sederhana.
Menurutnya, kondisi ini menunjukkan adanya mata rantai masalah yang terus diwariskan dari satu jenjang pendidikan ke jenjang berikutnya tanpa penyelesaian konkret.
“Hitungan dasar saja anak-anak kadang enggak ada yang tahu. Misalnya 15 kali 15 atau 8 kali 8. Tidak semuanya tahu,” Ucap Rahmat
Selain itu, Rahmat menegaskan bahwa rendahnya kemampuan dasar numerik bukan semata tanggung jawab jenjang SMA.
“Ini sebenarnya dari semua sektor, dari jenjang paling rendah dulu SD, SMP, hingga SMA,” jelasnya.
Untuk itu, Disdikbud Kaltim kini mendorong peningkatan kompetensi yang lebih menyeluruh. Walaupun TKA tidak menjadi penentu kelulusan, hasilnya dianggap sebagai indikator penting kekuatan akademik siswa yang dapat memengaruhi peluang mereka memasuki program studi tertentu.
“Ada yang cukup bagus, ada yang rendah. Meskipun TKA tidak wajib, tapi itu mengukur kekuatan masing-masing,” Pungkasnya. (RI/ADV/DISKOMINFO)


No comments:
Post a Comment