(Foto: Kepala Disnakertrans Kaltim, Rozani Erawandi/doc)
SAMARINDA.JURNALETAM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim), melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) terus mempercepat persiapan kerangka pelatihan tenaga kerja untuk sektor energi baru dan terbarukan (EBT).
Upaya ini dilakukan untuk memastikan tenaga kerja lokal memiliki kompetensi yang sesuai dengan arah transisi energi nasional sekaligus kebutuhan industri masa depan.
Kepada awak media, Kepala Disnakertrans Kaltim, Rozani Erawadi mengungkapkan bahwa hingga kini belum ada perusahaan di Kaltim yang mulai menjalankan program reskilling maupun upskilling khusus di sektor EBT.
Meski demikian, pemerintah daerah memilih bergerak lebih awal dengan menyiapkan instrumen dasar pelatihan.
“Nanti bersama kementerian kita akan menyiapkan SKKNI, sarpras, dan instrukturnya untuk energi baru dan terbarukan,” Ungkap Rozani. Sabtu (29/11/2025).
Rozani menilai penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) menjadi pondasi utama agar pelatihan EBT memiliki acuan yang seragam secara nasional.
Dengan SKKNI, peserta pelatihan nantinya bisa memperoleh sertifikasi resmi, sehingga lebih siap bersaing di pasar kerja industri energi terbarukan yang semakin kompetitif.
Saat ini Disnakertrans Kaltim juga sedang melakukan perhitungan kebutuhan tenaga kerja di sektor EBT. Proyeksi tersebut mencakup jumlah teknisi, operator, hingga tenaga pendukung lain yang dibutuhkan dalam beberapa tahun ke depan.
“Data ini akan menjadi dasar penyusunan kapasitas pelatihan dan alokasi anggaran,” Ucap Rozani.
Pemerintah optimistis bahwa dengan perencanaan matang, Kaltim dapat menjadi salah satu provinsi yang siap menyediakan tenaga kerja terampil untuk industri energi terbarukan, sejalan dengan agenda besar transisi energi nasional. (RI/ADV/DISKOMINFO)


No comments:
Post a Comment