(Foto: Kepala Dinsos Kaltim, Andi Muhammad Isak/doc)
SAMARINDA.JURNALETAM - Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menanggapi serius keluhan kekurangan air bersih yang dialami Sekolah Rakyat, yang membuat para siswa harus membeli air harian hingga menumpang ke masjid untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Menanggapi hal itu, kepalaDinsos Kaltim, Andi Muhammad Isak mengungkapkan bahwa persoalan ketersediaan air sebenarnya telah disampaikan kepada pemerintah pusat sejak awal pembangunan sekolah tersebut.
Dirinya menyampaikan bahwa pihaknya telah menginformasikan kondisi tersebut kepada pelaksana pembangunan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
“Sebenarnya pada saat kami menyampaikan kondisi gedung kepada pusat, kami sudah sampaikan kondisi ketersediaan air,” Ungkap Andi. Sabtu (29/11/2025).
Lebih lanjut, Andi menjelaskan bahwa alternatif awal yang dipertimbangkan adalah pembangunan sumur bor. Namun, Kementerian PU memilih opsi pemasangan sambungan dari PDAM.
Setelah dilakukan koordinasi, PDAM menilai debit air masih memungkinkan sehingga instalasi sambungan pun dipasang.
“Aliran air PDAM tidak selamanya mengalir, dan volumenya seringkali kecil meskipun sudah dibantu dengan pompa,” Jelas Andi.
Menurutnya, terdapat jalur alternatif dengan suplai air lebih lancar, yakni melalui Stadion Sempaja atau Stadion Kadrie Oening. Namun, jalur tersebut sulit dimanfaatkan karena harus melewati lahan milik masyarakat sehingga tidak dapat dilakukan pemasangan pipa.
Andi turut menyoroti kendala teknis lain, yakni posisi tandon penampungan air yang dipasang oleh Kementerian PU berada di bagian belakang gedung. Lokasi tersebut menyulitkan akses mobil tangki karena selang tidak cukup panjang untuk menjangkau tandon.
“Ini juga menjadi PR berikutnya. Apakah sekolah sudah mengusulkan agar satu atau dua tandon dipindahkan lebih ke depan sehingga mudah diakses oleh mobil tangki,” Ucapnya.
Sementara itu, terkait perbaikan ketersediaan air secara menyeluruh, pihak sekolah telah menyampaikan permohonan kepada Kementerian Sosial. Namun, Kementerian Sosial saat ini masih memprioritaskan pemenuhan sarana dan prasarana penunjang pembelajaran.
Prioritas tersebut mencakup penyediaan seragam, alat tulis sekolah, laptop, hingga papan pembelajaran digital (smartboard).
“Setelah itu terpenuhi semua, termasuk pakaiannya, baru dia akan cover barangkali untuk kebutuhan-kebutuhan yang memang sudah dilaporkan melalui sekolah-sekolah,” Tutup Andi. (RI/ADV/DISKOMINFO)


No comments:
Post a Comment