Laboratorium Keamanan Pangan Pertama di Kaltim Siap Dibangun, Cegah Produk Terpapar Pestisida Berbahaya

 

(Foto: Laboratorium Keamanan Pangan yang ada di Indonesia/doc)

SAMARINDA.JURNALETAM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) memperkuat komitmennya dalam memastikan keamanan pangan bagi masyarakat.

 

Salah satu langkah strategis yang tengah dipersiapkan adalah pembangunan laboratorium Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) di Samarinda, yang akan menjadi fasilitas pertama di Kaltim khusus untuk pengujian keamanan pangan segar.

 

Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, Siti Farisyah Yana, menyampaikan kebutuhan laboratorium OKKPD sudah sangat mendesak, mengingat meningkatnya temuan pangan segar yang mengandung pestisida dan bahan kimia berbahaya di pasaran.

 

“Ini kebutuhan yang memang harus dipenuhi. Kita ingin membangun generasi emas yang terlindungi dari pangan yang terkontaminasi,” ujar Yana saat ditemui di Halaman Parkir GOR Kadrie Oening Samarinda, Senin (10/11/2025).

 

Selain itu, Yana menjelaskan bahwa selama ini pengujian pangan segar di Kaltim masih sangat terbatas. Untuk mendapatkan hasil uji laboratorium, sampel sering harus dikirim ke Jawa atau pihak swasta, sehingga membutuhkan waktu dan biaya besar.

 

“Sekarang banyak sekali pangan segar yang terpapar pestisida atau pengawet, sementara kita belum punya laboratorium yang memadai untuk menguji itu,” Jelasnya.

 

“Laboratorium ini bukan hanya solusi, tapi juga langkah strategis menuju kemandirian daerah dalam pengawasan pangan.” Sambungnya.

 

Tak hanya itu, Yana juga mencontohkan pernah ditemukan kasus buah anggur yang mengandung sianida akibat paparan pestisida tak terkendali. Peristiwa ini menunjukkan pentingnya edukasi kepada petani dan pengawasan ketat terhadap bahan kimia yang digunakan dalam produksi pangan.

 

Laboratorium OKKPD nantinya akan menjalankan fungsi berbeda dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yang lebih fokus pada pengawasan pangan olahan. OKKPD akan berperan melakukan uji kelayakan keamanan pangan segar asal tumbuhan seperti sayuran, buah-buahan, dan komoditas hortikultura lain sebelum dipasarkan ke masyarakat.

 

Pembangunan laboratorium ini juga mendapatkan perhatian khusus dari Gubernur Kalimantan Timur, sebagai bagian dari misi pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang sehat dan produktif.

 

“Dengan adanya laboratorium ini, pengawasan pangan segar akan lebih kuat, cepat, dan terjangkau. Masyarakat akan mendapatkan jaminan keamanan pangan yang lebih baik,” Pungkasnya. (AS/ADV/DISKOMINFO)

HK
HK

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

No comments:

Post a Comment