(Foto: Sekretaris Dispar Kaltim, Restiawan Baihaqi/doc)
SAMARINDA.JURNALETAM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) terus mempercepat pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Upaya ini diharapkan mampu membuka peluang lebih luas bagi pelaku UMKM sekaligus memperkuat daya saing Kaltim di tingkat nasional dan internasional.
Kepada awak media, Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kaltim, Restiawan Baihaqi, menyampaikan bahwa sektor UMKM dan ekonomi kreatif menunjukkan perkembangan yang sangat positif dalam dua tahun terakhir.
Berdasarkan data terbaru, terdapat lebih dari 430.000 pelaku UMKM aktif di Kalimantan Timur, yang turut memberikan kontribusi besar pada produk domestik regional bruto (PDRB).
“Khususnya di subsektor kuliner, griya, dan fesyen. Produk kita kini tidak hanya memenuhi pasar lokal, tetapi mulai menembus pasar Asia dan Asia Timur,” Ungkapnya. Senin (10/11/2025).
Selain itu, Baihaqi menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong integrasi antara UMKM, pariwisata, dan budaya lokal sebagai strategi penguatan ekonomi berbasis masyarakat.
“Sehingga kunjungan wisata tidak hanya menjadi pengalaman rekreasi, tetapi juga sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat,” Ucapnya.
Baihaqi juga menilai bahwa Kaltim memiliki potensi pariwisata yang sangat besar, mulai dari hutan tropis, pantai eksotis, kekayaan bahari, hingga situs sejarah dan budaya.
Namun, menurutnya, kekuatan utama sektor pariwisata bukan hanya pada keindahan alam.
“Yang lebih penting dari semua itu adalah manusia dan semangat masyarakat yang kreatif serta cinta lingkungan,” Jelas Baihaqi.
Kendati itu, Baihaqi optimistis generasi muda, termasuk para duta wisata, akan menjadi motor penggerak kemajuan pariwisata daerah.
“Kami percaya dengan dukungan generasi muda, pariwisata Indonesia akan semakin eksklusif dan berkelanjutan, selaras dengan visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (AS/ADV/DISKOMINFO)


No comments:
Post a Comment