(Foto: Jalan Ruas Marangkayu-Kutim/doc)
SAMARINDA.JURNALETAM - Upaya pembangunan infrastruktur jalan di Kalimantan Timur (Kaltim) terus dikebut, namun sejumlah proyek di Marangkayu, Kutai Kartanegara (Kukar, serta beberapa titik di Kutai Timur (Kutim) masih menghadapi hambatan.
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Kaltim mencatat progres fisik di dua wilayah tersebut belum mencapai target, sementara tenggat waktu penyelesaian semakin dekat.
Proyek di Marangkayu menyasar peningkatan ruas jalan penghubung kawasan pesisir menuju jalur utama Samarinda–Bontang. Sedangkan di Kutai Timur, pembangunan difokuskan pada akses antar-kecamatan dan jalur pendukung kawasan industri.
Kepala Bidang Bina Marga PUPR-Pera Kaltim, Hariadi Purwatmoko, menyampaikan hambatan terbesar berasal dari proses lelang yang terlambat serta penyesuaian anggaran perubahan.
“Ada proyek yang baru berjalan setelah APBD Perubahan disahkan,” ujar Hariadi, Rabu (12/11/2025).
Kendati demikian, Hariadi memastikan percepatan terus dilakukan melalui pendampingan teknis dan pemantauan lapangan. Dirinya menjelaskan progres fisik Bina Marga secara keseluruhan telah mencapai sekitar 75 persen. Sementara itu, realisasi keuangan masih berada di angka 63 persen karena pencairan mengikuti kemajuan pekerjaan.
“Kami tetap mengejar penyelesaian agar rampung sesuai tahun anggaran berjalan,” Jelas Hariadi.
Sebagai langkah evaluasi, rekanan yang progresnya tertinggal telah dipanggil untuk menjelaskan hambatan yang dihadapi melalui forum resmi koordinasi percepatan.
PUPR-Pera Kaltim optimistis bahwa dengan percepatan tersebut seluruh jalur utama bisa berfungsi pada akhir tahun.
"Keberhasilan proyek ini akan memperlancar distribusi logistik dan memperkuat jaringan ekonomi lokal di Marangkayu dan Kutim,” pungkas Hariadi. (AS/ADV/DISKOMINFO)


No comments:
Post a Comment