(Foto: Pranata Komputer Ahli Muda Diskominfo Kaltim, Fahmy Asa saat memberikan pemaparan/doc)
SAMARINDA.JURNALETAM - Upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman digital terus diperkuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim).
Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, pelatihan Cyber Security Basic digelar selama dua hari sebagai langkah memperkuat kapasitas sumber daya manusia yang mengelola sistem informasi pemerintah. Kegiatan ini berlangsung pada 2–3 Desember 2025 di Hotel Yello Samarinda.
Pelatihan tersebut diikuti oleh staf TIK Diskominfo Kaltim serta perwakilan dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hadir pula Pranata Komputer Ahli Muda Diskominfo Kaltim, Fahmy Asa, serta narasumber dari PT Sentrasolusi Indonesia yang merupakan tenaga ahli keamanan siber, Agus Sugiharto. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko serangan siber yang kian kompleks.
Dalam kesempatan itu, Fahmy Asa menyampaikan bahwa keamanan siber merupakan langkah penting dalam melindungi sistem komputer, jaringan, aplikasi, dan data dari potensi ancaman digital.
Menurutnya, tiga prinsip utama dalam cyber security, yaitu menjaga kerahasiaan (confidentiality), integritas (integrity), dan ketersediaan (availability) harus menjadi pedoman dalam setiap pengelolaan sistem informasi.
“Keamanan siber memastikan data tetap terjaga, tidak berubah, dan bisa diakses kapan saja saat dibutuhkan,” Ungkap Fahmi. Selasa (2/12/2025)
Selaim itu, Famy menyebutkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari persiapan Pemprov Kaltim menuju penerapan standar keamanan informasi berbasis audit ISO 27001.
Langkah ini penting mengingat meningkatnya jumlah insiden siber yang menyerang institusi publik dan swasta di Indonesia.
“Selain untuk meningkatkan kemampuan teknis pengelola sistem informasi, kegiatan ini juga menunjukkan bahwa Pemprov Kaltim bersiap menyesuaikan standar keamanan sesuai standar internasional yang diakui, yaitu ISO 27001,” Tegas Fahmy.
Melalui pelatihan ini, Fahmy berharap tercipta ekosistem pemerintahan yang lebih tangguh dalam menghadapi serangan digital, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap keamanan data dan layanan elektronik pemerintah. (AS/ADV/DISKOMINFO)


No comments:
Post a Comment